Soal, Jawaban, dan Materi Sekolah dari SD sampai Universitas

Unsur-Unsur Intrinsik Drama

14.19 Posted by Harri Pranata , No comments
Unsur-unsur intrinsik drama adalah sebagai berikut :
1.Plot atau kerangka cerita, merupakan jalinan cerita atau kerangka dari 
awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh yang
berlawanan. Unsur-unsur plot dijelaskan di bawah ini :
a) Pelukisan awal cerita.
b) Komplikasi atau pertikaian awal.
c) Klimaks atau titik puncak cerita.
d) Resolusi atau penyelesaian.
e) Keputusan
 
Jenis-Jenis Plot atau Kerangka Cerita
Plot atau kerangka cerita drama ada tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
1) Sirkuler, artinya cerita berkisar pada satu peristiwa saja.
2) Linier, artinya cerita bergerak secara berurutan dari A-Z.
3) Episodik, yaitu jalinan cerita itu terpisah, kemudian bertemu pada akhir
cerita.

2. Penokohan atau perwatakan, yaitu orang yang berperan dalam drama.
Perwatakan penokohan dapat dibedakan menjadi berikut ini.
1) Protagonis, yaitu tokoh yang mendukung cerita.
2) Antagonis, yaitu tokoh yang menentang cerita.
3) Tritagonis, yaitu tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun
antagonis.

3. Dialog, yaitu percakapan dalam drama. Dalam drama, dialog harus
memenuhi dua tuntutan berikut ini.
1) Dialog harus menunjang gerak dan laku tokohnya.
2) Dialog dalam pentas harus lebih tajam daripada dialog sehari-hari.

4. Setting/landasan/tempat kejadian cerita biasanya disebut juga latar cerita.
Setting biasanya mencakup hal-hal berikut.
1) Setting tempat berhubungan dengan ruang waktu, misalnya di Jawa
dan tahun berapa.
2) Setting waktu berarti apakah lakon terjadi di waktu siang, sore, atau
malam hari.

5. Tema atau nada dasar cerita merupakan gagasan pokok yang terkandung
dalam drama.

6. Amanat atau pesan pengarang yang hendak disampaikan pengarang
melalui dramanya harus dicari oleh pembaca atau penonton. Amanat
adalah maksud yang terkandung dalam suatu drama.

Contoh Resensi Buku atau Novel

22.30 Posted by Harri Pranata , No comments
Resensi buku atau novel adalah kupasan atau pembahasan tentang buku yang biasanya disiarkan
melalui media massa, seperti surat kabar dan majalah.  

Apakah tujuan membuat resensi?
Tujuan resensi adalah memberi informasi kepada masyarakat akan kehadiran suatu buku. Pembuat resensi disebut resensator. Sebelum membuat resensi, resensator harus membaca buku itu terlebih dahulu. Sebaiknya, resensator memiliki pengetahuan yang memadai, terutama yang berhubungan dengan isi buku yang akan diresensi.

Unsur-unsur atau langkah-langkah dalam meresensi sebuah buku
     1.       Judul resensi
     2.       Identitas buku
     3.       Kepengarangan
     4.       Sinopsis
     5.       Keunggulan dan kelemahan buku
     6.       Gaya bahasa
     7.       Simpulan

1.Judul resensi bukan judul buku. Judul resensi adalah judul karangan dari penulis resensi berdasarkan sesuatu yang menurutnya menarik dan bermakna sesuai isi resensinya.

2. Identitas buku meliputi:
-          Judul buku
-          Pengarang
-          Penerbit
-          Tahun terbit
-          Jumlah halaman
-          Harga

3. Kepengarangan yaitu isi resensi berkenaan dengan diri pengarang buku, antara lain riwayatnya dalam dunia mengarang/tulis-menulis, karya-karyanya, keterkaitan karya yang diresensi dengan karya lainnya.

4. Sinopsis adalah kilasan isi buku.

5. Keunggulan dan kelemahan buku berkenaan dengan apa kelebihan dan kekurangan buku yang bersangkutan. Kelebihan dan kekurangan ini seperti menarik/tidaknya cerita, kedalaman makna, pilihan kata, keterkaitan dengan fakta kehidupan nyata, dll. Termasuk dalam kelebihan dan kekurangan ini adalah kondisi fisik buku, seperti gambar kulit depan menarik/tidak, kertasnya berkualitas tinggi/rendah, dll.

6.Gaya bahasa adalah cara bercerita penulis, seperti pilihan kata, bahasa mudah dimengerti, banyak memakai bahasa sehari-hari/populer, dsb.  Gaya bahasa ini kadang dimasukkan ke dalam kelebihan dan kekurangan karya.

7.Simpulan berisi pernyataan penulis resensi tentang bagus tidaknya buku dan pihak-pihak yang tepat sebagai pembaca buku tersebut. 
Contoh kalimat simpulan resensi : Buku ini sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang menekuni bidang bahasa.
 
Judul Novel                : Negeri 5 Menara Judul resensi novel      : Negeri 5 Menara Pengarang                  : A. Fuadi Penerbit                     : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit               : Agustus 2010 Kota Terbit                : Jakarta Jumlah Halaman         : 424 hal


Resensi Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang merupakan novel best seller ini, menceritakan kisah lima orang sahabat yang mondok di sebuah pesantren yaitu Pondok Madani (PM). Novel best seller ini merupakan novel pertama dari trilogi yang secara apik bercerita tentang dunia pendidikan khas pesantren, lengkap dengan segala pernak-pernik kehidupan para santrinya.

Alif Fikri adalah seorang yang sangat menginginkan sekolah di SMA Bukittinggi Sumatera Barat dengan berbekal nilai ujian yang lumayan bagus. Namun mimpinya seakan sirna, musnah tak berbekas, karena Amaknya tidak mengijinkan. Beliau ingin Alif sekolah di Madrasah Aliyah yang berbasik agama, dengan alasan Amak ingin Alif menjadi Ustad (Ulama). Dengan setengah hati, Alif menerima keinginan Amaknya untuk sekolah agama.

Awal mulanya dia sangatkaget dengan segala peraturan ketat dan kegiatan pondok. Untunglah, dia menemukan sahabat-sahabat dari berbagai daerah yang benar² menyenangkan. Niatan setengah hatinya kini telah menjadi bulat. Di bawah menara PM inilah mereka berlima justru menciptakan mimpi²i lewat imajinasinya menatapi langit dan merangkai awan-awan menjadi negeri impian. Mereka yakin kelak impian itu akan terwujud. Karena mereka yakin akan mantra ampuh yang mereka dapatkan dari Kyai Rais (Guru Besar PM), yaitu man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Kelebihan novel ini adalah mengubah pola pikir kita tentang kehidupan pondok yang hanya belajar agama saja. Karena dalam novel ini selain belajar ilmu agama, ternyata juga belajar ilmu umum seperti bahasa inggris, arab, kesenian dll. Pelajaran yang dapat dipetik adalah jangan pernah meremehkan sebuah impian setinggi apapun itu, karena allah Maha mendengar doa dari umatNya.
 

15 Majas dalam Bahasa Indonesia

14.13 Posted by Harri Pranata , No comments
Apakah kamu pernah mendengar kata "Majas"? Majas sering disebut juga dengan gaya bahasa. Menurut situs wikipedia, Majas adalah  pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.
Nah terdapat berbagai jenis majas dalam bahasa Indonesia, antara lain :

1. Litotes
Majas yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan
merendahkan diri. Sesuatu hal dinyatakan kurang dari keadaan sebenarnya
atau suatu pikiran dinyatakan dengan menyangkal lawan
katanya. Contoh:
a. Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali.
b. Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak ada artinya
sama sekali bagimu.

2. Paradoks
Majas yang mengandung pertentangan nyata dengan fakta-fakta
yang ada. Paradoks dapat juga berarti semua hal yang menarik perhatian
karena kebenarannya. Contoh:
a. Ia mati kelaparan di tengah-tengah kekayaan yang
berlimpah-limpah.
b. Dina merasa kesepian di tengah-tengah keramaian kota.

3. Pleonasme
Majas ini mempergunakan kata-kata lebih banyak daripada yang
diperlukan. Contoh:
a. Saya telah mendengar hal itu dengan telinga saya sendiri.
b. Saya melihat kejadian itu dengan mata kepala saya
sendiri.

4. Elipsis
Majas ini berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang
dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca atau
pendengar, sehingga struktur gramatikal atau kalimatnya memenuhi
pola yang berlaku. Contoh:
Masihkah kau tidak percaya bahwa dari segi fisik engkau
tak apa-apa, badanmu sehat; tetapi psikis ... .

5. Metonimia
Majas ini mempergunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu
hal lain, karena mempunyai pertalian yang sangat dekat. 

Contoh:
Pena lebih berbahaya dari pedang.

6. Persamaan atau simile
Majas ini mengandung perbandingan yang bersifat eksplisit. Yang
dimaksud dengan perbandingan yang bersifat eksplisit adalah langsung
menyatakan sesuatu sama dengan hal yang lain. Untuk itu, ia
memerlukan upaya yang secara eksplisit menunjukkan kesamaan
itu, yaitu kata-kata: seperti, sama, sebagai, bagaikan, laksana, dan
sebagainya. 

Contoh:
a. Kikirnya seperti kepiting batu.
b. Mukanya merah laksana kepiting rebus.

7. Metafora
Majas ini semacam analogi yang membandingkan dua hal secara
langsung
, tetapi dalam bentuk yang singkat: bunga bangsa, buaya
darat, buah hati, cindera mata, dan sebagainya. Makna sebuah
metafora dibatasi oleh sebuah konteks. 

Contoh:
Perahu itu menggergaji ombak.

8. Personifikasi
Majas kiasan yang menggambarkan benda-benda mati seolaholah
memiliki sifat-sifat kemanusiaan. Personifikasi (penginsanan)
merupakan suatu corak khusus dari metafora, yang mengiaskan
benda-benda mati bertindak, berbuat, berbicara seperti manusia.
Contoh:
a. Angin yang meraung di tengah malam yang gelap itu
menambah lagi ketakutan kami.
b. Kata-katanya tajam seperti mata pisau.

9. Ironi atau sindiran
Majas ini ingin mengatakan sesuatu dengan makna atau maksud
berlainan dari apa yang terkandung dalam rangkaian kata-katanya.
Contoh:
a. Saya tahu Anda adalah seorang gadis yang paling cantik
di dunia ini yang perlu mendapat tempat terhormat!
b. Kamu datang sangat tepat waktu, sudah 5 mobil tujuan
kita melintas.

10. Sinisme
Sinisme adalah sindiran yang berbentuk kesangsian yang
mengandung ejekan terhadap keikhlasan dan ketulusan hati. Contoh:
Tidak diragukan lagi bahwa Andalah orangnya, sehingga
semua kebijaksanaan terdahulu harus dibatalkan seluruhnya!

11. Sarkasme

Majas ini lebih kasar dari ironi dan sinisme. Majas sarkasme
mengandung kepahitan dan celaan yang getir. Contoh:
a. Mulut harimau kau!
b. Lihat sang Raksasa itu! (maksudnya si Cebol)

12. Sinekdoke
Semacam bahasa figuratif yang mempergunakan sebagian dari
sesuatu hal untuk menyatakan keseluruhan (pars pro toto) atau
mempergunakan keseluruhan untuk menyatakan sebagian (totem
pro parte). Contoh:
a. Setiap kepala dikenakan sumbangan sebesar Rp 1.000,00
(pars pro toto).
b. Pertandingan sepak bola antara Indonesia melawan Malaysia
berakhir dengan kemenangan Indonesia (totem
pro parte).

13. Hiperbola
Majas yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan,
dengan membesar-besarkan sesuatu hal. Contoh:
a. Kemarahanku sudah menjadi-jadi hingga hampir
meledak kepalaku.
b. Sudilah tuan mampir di gubuk sederhana saya.

14. Eufimisme
Majas yang menyatakan sesuatu dengan ungkapan yang lebih
halus. Contoh:
a. Untuk menjaga kesetabilan ekonomi, pemerintah menetapkan
kebijakan penyesuaian harga BBM. (kenaikan
harga).
b. Untuk mengatasi masalah keuangan, perusahaan itu
merumahkan sebagian karyawannya. (mem-PHK).

15. Retoris
Majas ini berupa pertanyaan yang tidak menuntut suatu jawaban.
Contoh:
Bukankah kita ini bangsa yang beragam adat, suku, dan
budaya, mengapa hendak diseragamkan?

Perbedaan Kata Utama dan Kata Tugas

14.04 Posted by Harri Pranata , No comments
Artikel ini merupakan basic atau pelajaran dasar dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Mungkin adik-adik ada yang sudah lupa tidak ada salahnya untuk membaca kembali artikel pendidikan ini.

Perbedaan Kata Utama dan Kata Tugas

-Kata Utama
       Kata utama yaitu kata yang memupunyai makna leksikal, yaitu makna kata itu sendiri. Kata yang termasuk dalam kelompok ini bersifat terbuka, jumlah katanya dapat terus bertambah. Yang termasuk kata utama  adalah kelas kata berikut:
1. kata benda (nomina), yaitu kata yang berfungsi utama sebagai subjek atau objek kalimat, yang menyatakan orang, barang, atau gagasan, misalnya: Ibrahim, ketaping, kota, laut, pendidikan
2. kata kerja (verba), yaitu kata yang berfungsi utama sebagai predikat, yang menyatakan perbuatan, proses, atau keadaan, misalnya: duduk, mengetik, mengaji (perbuatan); berkembang, menguning (proses); benci, cinta, mengerti (keadaan)
3. kata sifat (adjektiva), yaitu kata yang berfungsi utama memerikan  atau mewatasi kata benda, yang menyatakan sifat atau keadaan, misalnya: baik, jelas, gembira, putih, panjang.



-Kata Tugas
       Kata tugas yaitu kata yang tidak mempunyai makna leksikal atau kata yang maknanya baru jelas di dalam hubungannya dengan  kata lain. Kata yang termasuk kelompok ini bersifat tertutup, jumlah anggotanya terbatas. Yang termasuk ke dalam kata tugas adalah kelas kata berikut:
1. kata ganti (pronomina), yaitu kata yang bertugas mengganti kata benda. Kata ini terbagi atas:
    a. kata ganti orang
pertama:  aku, ku, kami, kita, saya
kedua : kamu, engkau, mu, kau, kalian, kamu sekalian
ketiga : dia, ia, nya, beliau, mereka


    b. kata ganti penunjuk
        ini, itu, sini, situ, sana


     c. kata ganti tanya
         siapa, apa, mana, mengapa, kapan, bila, ke mana, dari mana, bagaimana, berapa

2. kata depan (preposisi)

     yaitu kata yang digunakan bersama-sama kata lain terutama kata benda untuk menentukan hubungan kata, terutama kata benda itu dengan kata lain dalam kalimat, misalnya: di, ke, dari, dengan, oleh, secara, pada, kepada, bagi, untuk, tentang, dalam.

3. Kata penghubung
dan, tetapi, atau, serta; karena, sebab, jika, kalau, meskipun, walaupun, ketika, agar, supaya, sehingga, bahwa


4. kata keterangan
sangat, sekali, amat, hanya, cuma, segera, lebih, barangkali, mungkin, agak, sebaiknya, seharusnya

5. kata sandang
sang, si, hang, dang, para

6. kata seru
wah, aduh, bah, cis, cih, amboi, masyaallah, astagfirullah 


7. partikel, yaitu kata lah, kah, tah, dan pun.
partikel tah berfungsi membentuk kalimat tanya yang tidak membutuhkan jawaban, contoh:
Apakah gerangan maksud orang itu?


Sudah tidak bingung lagi kan mengenai kata tugas dan kata utama?

9 Ciri-Ciri Makhluk Hidup

14.28 Posted by Harri Pranata , , No comments
Apakah sudah mengetahui apa saja ciri-ciri makhluk hidup. Secara umum, ada 9 ciri-ciri makhluk hidup. Oh iya, yang termasuk makhluk hidup dalam biologi adalah manusia, hewan, dan tumbuhan ya.
Berikut adalah 9 ciri-ciri makhluk hidup.

1 . B e r g e r a k
Bergerak adalah merupakan perubahan posisi, baik seluruh tubuh atau sebagian.
Hal ini disebabkan oleh adanya tanggapan terhadap rangsang. Gerak yang
dilakukan pada tumbuhan antara lain : gerak menutupnya daun putri malu
jika disentuh, gerak ujung batang dari bawah ke atas ke arah sinar
matahari
, dan gerak membukanya biji lamtoro disebabkan perubahan kadar
air. Pada hewan juga terdapat gerak, antara lain : gerak aktif pada
hewan vertebrata yaitu alat gerak berupa otot, gerak pasif pada hewan
vertebrata yaitu alat gerak berupa tulang, dan gerak pada manusia yaitu
berjalan, berlari dan lain-lain.

2 . Peka Terhadap Rangsang (iritabilitas)
Tumbuhan, hewan dan manusia mempunyai kepekaan terhadap rangsang (iritabilitas). Hal ini dapat ditunjukkan sebagai berikut:
  • Pada tumbuhan, daun putri malu bila diberi rangsang sentuhan akan menanggapi rangsang dengan menutup daunnya.
  • Pada hewan, ayam ketika fajar menyingsing akan berkokok.
  • Manusia jika diberi bau yang merangsang akan menanggapi rangsang, misalnya bersin.
3 . Memerlukan Makanan (nutrisi)
Setiap makhluk hidup memerlukan makanan
.
Hal ini bertujuan agar dapat mempertahankan hidup, menghasilkan energi,
dan pertumbuhan. Setiap makhluk hidup mempunyai cara yang berbeda-beda
dalam memperoleh makanan. Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri melalui
proses fotosintesis. Hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan
sendiri, tetapi tergantung pada makhluk hidup lainnya.


4 . Bernafas (respirasi)
Bernafas adalah pengambilan oksigen untuk oksidasi makanan, sehingga memperoleh
energi dan mengeluarkan karbondioksida sebagai zat sisa. Hewan
vertebrata di darat bernafas dengan paru-paru, ikan bernafas dengan
insang, cacing bernafas dengan kulit. Tumbuhan, pada daun bernafas
melalui stomata, pada batang melalui lentisel dan di akar melalui
bulu-bulu akar. Manusia bernafas dengan paru-paru.
 
5 . Tumbuh dan Berkembang
Tumbuh
adalah bertambahnya volume atau ukuran makhluk hidup yang irreversible.
Berkembang adalah proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh
hormon, nutrisi dan lingkungan.
 
6 . Berkembangbiak (reproduksi)
Berkembangbiak adalah memperbanyak diri untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Cara berkembangbiak sebagai berikut :

  • Secara kawin/generatif, yaitu perkembangbiakan yang melibatkan sel telur dan sel sperma.
  • Secara tak kawin/vegetatif, yaitu
    perkembangbiakan yang tidak melibatkan sel telur dan sel sperma,
    melainkan melibatkan sel tubuh.
7 . A d a p t a s i
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan untuk mempertahankan diri. Terdapat tiga macam adaptasi, yaitu:
  • Adaptasi morfologi, yaitu
    penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya. Contoh: burung elang
    mempunyai kuku yang tajam untuk menerkam mangsa. Bunga teratai mempunyai
    daun yang lebar untuk memperluas bidang penguapan.
  • Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian
    diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh. Contoh :
    Manusia menambah jumlah sel darah merah bila berada di pegunungan.
    Kotoran unta kering , tetapi urinenya kental
  • Adaptasi tingkah laku, yaitu
    penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya. Contoh:
    Bunglon mengubah warna tubuhnya, ikan paus muncul ke permukan secara
    periodik.
8 . Re g u l a s i
Regulasi adalah proses pengaturan keserasian di dalam tubuh organisme yang diatur oleh syaraf dan hormon. 

9 . E k s k r e s iEkskresi adalah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme tubuh. Dalam proses
oksidasi makanan selain menghasilkan energi, tubuh organisme juga
menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh. Apabila zat
sisa tersebut tidak dikeluarkan akan membahayakan tubuh. Contoh: Manusia
mengeluarkan karbondioksida melalui paru–paru, ikan mengeluarkan
karbondioksida melalui insang.

Kamus Daftar Istilah Kimia

20.30 Posted by Harri Pranata , No comments
Bingung cari istilah-istilah yang terdapat dalam pelajaran kimia??
Jangan takut, kak Harri punya Kamus Daftar Istilah Kimia yang akan menuntun kamu.
Enjoy. 
 
Adenosin Nukleosida yang terdiri atas gugus adenin dan ribosa
Adsorben Zat penyerap
Adsorpsi Penyerapan secara fisika, dengan mengikat molekul yang diserap pada permukaan adsorben
Aerob Keadaan yang kontak langsung dengan udara atau oksigen
Aerosol Cair Koloid dengan fasa terdispersi cair dan medium pendispersinya gas
Aerosol Padat Koloid yang disusun oleh fasa terdispersi padat dengan medium pendispersinya berupa gas
Affinitas Elektron Energi yang dibebaskan oleh sebuah atom untuk menerima elektron
Air Substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen, bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kpa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C), merupakan suatu pelarut universal
Aki Salah satu aplikasi sel volta yang tersusun atas elektroda Pb dan PbO, dalam larutan asam sulfat yang berfungsi sebagai elektrolit
Aldolase Fruktosa Difosfat Enzim yang mengkatalisis penguraian fruktosa 1,6-bifosfat membentuk senyawa gliseraldehida 3-fosfat dan dihidroksiaseton fosfat melalui reaksi kondensasi aldol
Aldosa Polihidroksi dengan gugus aldehid
Alkalosis Kelebihan oksigen pada sistem respirasi yang mengakibatkan penurunan kadar CO2, yang memberi dampak pada kenaikan pH darah
Alkana Senyawa karbon yang memiliki ikatan tunggal
Alkanal Aldehida
Alkanol Senyawa monohidroksi turunan alkana
Alkanon Senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsi karbonil diantara alkil
Alkena Senyawa karbon yang memiliki ikatan rangkap dua
Alkil Alkanoat Senyawa turunan asam karboksilat hasil reaksi dengan alkohol
Alkohol Primer Senyawa alkohol yang gugus hidroksilnya terikat pada atom C primer
Alkohol Sekunder Senyawa alkohol yang gugus hidroksilnya terikat pada atom C sekunder
Alkohol Tersier Senyawa alkohol yang gugus hidroksilnya terikat pada atom C tersier
Alkoksi Alkana Senyawa yang memiliki gugus fungsi alkoksi yang mengikat gugus alkil atau aril
Alkuna Suatu hidrokarbon dengan minimal satu ikatan rangkap tiga
Amfoterik Sifat suatu molekul yang dapat berperilaku sebagai asam yang dapat mendonasikan proton pada basa kuat, atau dapat juga berperilaku sebagai basa yang dapat menerima proton dari asam kuat
Amilase Enzim penghidrolisis pati
Amilopektin Polisakarida yang terdiri dari molekul D-Glukopiranosa yang berikatan α (1 4) glikosidik dan juga mengandung ikatan silang α (1 6) glikosidik
Amilosa Polisakarida tak bercabang terdiri dari molekul D-Glukopiranosa yang berikatan α (1 4) glikosidik dalam struktur rantai lurus
Anhidrat Keadaan senyawa yang kehilangan molekul air
Anoda Elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi
Apoenzim Yaitu bagian enzim yang tersusun dari protein, yang akan rusak bila suhu terlampau panas
Ar Berat atom relatif yang menggunakan berat atom C sebagai pembanding
Asam Zat yang memiliki sifat-sifat yang spesifik, misalnya memiliki rasa asam, dapat merusak permukaan logam juga lantai marmer atau sering juga disebut dengan korosif
Asam Alkanoat Asam organik yang memiliki gugs fungsi karboksilat
Asam Amino Gugus fungsional karboksilat (COOH) dan amina (NH2) yang terikat pada satu atom karbon (C䀉²) yang sama
Asam Cuka Asam asetat
Asam Konyugasi Molekul yang dapat mendonorkan protonnya, sehingga berperan sebagai asam
Asam Lemak Asam alkanoat atau asam karboksilat berderajat tinggi (memiliki rantai C lebih dari 6)
Asam Lemak Jenuh Asam lemak yang hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya
Asam Lemak Tidak jenuh asam lemak yang hanya memiliki minimal memiliki satu ikatan rangkap di antara atom-atom karbon penyusunnya
Asam Nukleat Polinukleotida
Asetilena Alkuna yang paling sederhana
Aseton Senyawa alkanon paling sederhana
Asidosis Peningkatan jumlah CO2 dalam darah, sehingga jumlah H2CO3 semakin besar dan terjadi penurunan pH
Atom Bagian terkecil dari sebuah unsure
ATP Adenosine triphosphate, suatu nukleotida yang dikenal di dunia biokimia sebagai zat yang paling bertanggung jawab dalam perpindahan energi intraseluler
Aturan Aufbau Aturan ini menyatakan bahwa elektron-elektron dalam suatu atom akan mengisi orbital yang memiliki energi paling rendah dilanjutkan ke orbital yang lebih tinggi
Aturan Hund Aturan ini menyatakan bahwa elektron dalam mengisi orbital tidak membentuk pasangan terlebih dahulu
Aturan Pauli Aturan ini menyatakan bahwa dua elektron didalam sebuah atom tidak mungkin memiliki ke empat bilangan kuantum yang sama
Autokatalis Katalisator yang terbentuk dengan sendirinya dalam suatu reaksi

Basa Zat yang memiliki sifat-sifat yang spesifik, seperti licin jika mengenai kulit dan terasa getir serta dapat merubah kertas lakmus biru menjadi merah
Basa Konyugasi Molekul yang menerima proton dan berperan sebagai basa
Batere Sel kering yang merupakan salah satu sel volta yang tidak dapat diisi kembali
Benzena Senyawa heksatriena yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi
Bilangan Avogadro Bilangan yang sebanding dengan 6,023 x 1023 partikel
Bilangan Kuantum Azimut Bilangan yang menentukan bentuk dan posisi orbital sebagai kebolehjadian menemukan tempat kedudukan elektron dan merupakan sub tingkat energi
Bilangan Kuantum Magnetik Bilangan yang menentukan bagaimana orientasi sudut orbital dalam ruang
Bilangan Kuantum Spin Bilangan yang menggambarkan ciri dari elektron yang berotasi terhadap sumbunya dan menghasilkan dua arah spin yang berbeda
Bilangan Kuantum Utama Bilangan ini menentukan tingkat energi satu elektron yang menempati sebuah ruang tertentu dalam atom, hal ini juga menjelaskan kedudukan elektron terhadap inti atom
Bilangan Oksidasi Sebuah bilangan yang ada dalam sebuah unsur dan menyatakan tingkat oksidasi dari unsur tersebut
Biomolekul Molekul yang menyokong aktivitas kehidupan yang tersusun atas atom-atom: karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur dan phospor.
Buih Koloid yang dibentuk oleh fasa terdispersi gas dan medium pendispersinya cair
Busa Padat Koloid yang fasa terdispersinya gas dan medium pendispersinya padat

C Asimetri Atom C yang mengikat atom atau molekul yang berbeda
Cincin Piranosa Bentuk siklik dari monosakarida dengan lima karbon dan satu oksigennya
CMC Carboxymethyl cellulose
Coulomb Satuan muatan listrik
Deaminasi Proses penghilangan gugus amino dari suatu molekul
Defisiensi Vitamin Kekurangan vitamin
Dehidrogenase Enzim yang mengkatalissi reaksi dehidrogenasi
Dehidrohalogenasi Reaksi yang menyebabkan hilangannya hidrogen dan halogen dari suatu molekul
Dekarboksilasi Reaksi pelepasan molekul CO2
Denaturasi Protein Proses pemecahan atau perusakan ikatan-ikatan kimia yang lemah dalam protein akibat perlakuan tertentu yang menyebabkan rusaknya struktur kuartener, tersier bahkan struktur sekunder protein
Derajat Disosiasi Perbandingan antara banyaknya zat yang terurai dengan jumlah zat awalnya
Deret Actinida Deret yang seluruh unsurnya memiliki kemiripan sifat dengan actinium
Deret Lantanida Deret yang seluruh unsurnya memiliki kemiripan yang sama dan menyerupai unsur lantanium.
Dialisis Pemurnian medium pendispersi dari elektrolit, dengan cara penyaringan koloid dengan menggunakan kertas perkamen atau membran yang ditempatkan di dalam air yang mengalir
Dicer Enzim pemotong RNA
Disakarida Sakarida yang tersusun dari dua cincin monosakarida
Disosiasi Peristiwa penguraian zat secara spontan menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana
DNA Deoxyribonucleic Acid, material genetik yang menyimpan cetak biru seluruh aktivitas sel
DNA Polimerase Enzim yang mengkatalisis replikasi DNA
D-Ribosa Gula pentosa penyusun RNA
Efek Tyndall Penghamburan cahaya oleh partikel-partikel yang terdapat dalam sistem koloid sehingga berkas cahaya dapat dilihat jelas walapupun partikelnya tidak tampak 

Ektoenzim Enzim yang bekerja di luar sel
Elektroforesa Proses pemisahan koloid yang bermuatan dengan bantuan arus listrik
Elektrokimia Cabang ilmu yang mempelajari hubungan energi listrik dengan reaksi kimia
Elektrolisis Air Penguraian molekul air menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirkan arus listrik
Elektron Partikel penyusun atom yang bemuatan negatif
Elektron Valensi Elektron pada orbital terluar
Elektronegatifitas Kemampuan suatu atom untuk menarik elektron
Elektroplating Proses pelapisan permukaan logam dengan logam lain
Emulsi Koloid yang dibentuk oleh fasa terdispersi cair didalam medium pendispersi cair
Emulsi Padat Koloid yang disusun oleh fasa terdispersi cair dalam medium pendispersi padat
Endoenzim Enzim yang bekerja di dalam sel
Energi Aktivasi Energi kinetik minimum yang harus dimiliki atau diberikan kepada partikel agar tumbukannya menghasilkan sebuah reaksi
Energi Bebas Gibbs Energi yang menyertai reaksi yang merupakan ukuran pasti kecenderungan reaksi
Energi Ikatan Energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan antar atom dari satu mol senyawa dalam bentuk gas dan dihasilkan atom-atom gas
Energi Ionisasi Energi terendah yang dibutuhkan sebuah atom untuk dapat melepaskan elektron valensinya
Enol Senyawa alkohol yang memiliki ikatan rangkap pada atom karbon yang mengikat gugus hidroksil
Enolase Enzim yang mengkatalisis proses dehidrasi molekul 2-fosfogliserat menjadi fosfoenol piruvat
Entalpi Kandungan energi suatu zat pada tekanan tetap
Entalpi Pelarutan Entalpi reaksi pelarutan dari satu mol senyawa kedalam pelarut dan menjadi larutan encer
Entalpi Pembakaran Entalpi reaksi pembakaran sempurna satu mol senyawa dengan oksigen
Entalpi Pembentukan Entalpi reaksi pembentukan satu mol senyawa dari unsur-unsurnya
Entalpi penguraian Entalpi reaksi penguraian dari satu mol senyawa menjadi unsur-unsurnya
Enzim Satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis
Enzimologi Ilmu yang mempelajari tentang enzim
Essense Senyawa ester yang digunakan sebagai penambah aroma sintetis
Eter Lihat alkoksi alkana

Fermi Satuan yang setara dengan 10-5 Å
Formaldehida Senyawa paling sederhana dari aldehida
Fosfatase Enzim yang mengkatalisis reaksi pelepasan gugus fosfat dari suatu senyawa
Fosfofruktokinase Enzim yang mengkatalisis fosforilasi fruktosa 6-fosfat menjadi fruktosa 1,6-bifosfat
Fraksi Mol Bilangan yang menyatakan rasio jumlah mol zat terlarut dan pelarut dalam sebuah larutan

Garam Senyawa yang bersifat elektrolit, dibentuk dari sisa basa atau logam yang bermuatan positif dengan sisa asam yang bermuatan negative
Gaya Adhesi Gaya tarik-menarik antar molekul yang tidak sejenis
Gaya Kohesi Gaya tarik antar molekul sejenis
Gaya London Lihat gaya Van der Waals
Gel Lihat emulsi padat
Gaya Van Der Waals Gaya tarik menarik antar dipol dalam suatu zat yang disebabkan distorsi pada distribusi elektronnya sehingga terjadi dispersi muatan positif atau dispersi muatan negatifnya membentuk dipol yang bersifat temporer dalam setiap atom
Gerak Brown Pergerakan yang tidak teratur (zig-zag) dari partikel-partikel koloid
Glikogen Homopolimer dari glukosa yang bercabang, terdiri dari satuan glukosa yang berikatan a (1 4) dan ikatan silang a (16) glikosidik, mirip amilopektin
Glikogenesis Pelepasan insulin oleh pankreas akibat peningkatan kadar gula darah, sehingga hati mengubah glukosa menjadi glikogen dan asam piruvat, bersamaan dengan pengangkutan glukosa ke dalam otot.
Glikogenolisis Katabolisme glikogen menjadi glukosa
Glikogenosis Penyakit penimbunan glikogen akibat tidak adanya 1 atau beberapa enzim yang diperlukan untuk mengubah glikogen menjadi glukosa (untuk digunakan sebagai energi)
Glikol Dialkohol dengan dua gugus hidroksil saling bersebelahan
Glikolisis Reaksi pemecahan glukosa menghasilkan 2 ATP dan 2 molekul piruvat
Glikosfingolipid Lipid mengandung monosakarida yang terikat pada gugus OH gugus sfingosin melalui ikatan glikosida
Glikosida Senyawa asetal yang terbentuk dari proses penggantian gugus hidroksil (OH) dengan gugus alkoksi (OR)
Gliserol Senyawa alkohol yang memiliki 3 gugus hidroksil yang saling bersebelahan
Gliseroposfolipid Lipida yang dibangun oleh molekul asam lemak, posfat, gliserol, amino dan alkohol
Glukokinase Enzim yang mengkatalisis fosforilasi D-glukosa yang terdapat di dalam hati
Glukoneogenesis Reaksi pembentukan glukosa dari molekul non karbohidrat
Glukosa Suatu gula monosakarida, salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan dan merupakan salah satu hasil utama fotosintesis
Gugus Alkoksi Gugus -OR
Gugus Karbonil Gugus yang terdiri dari sebuah atom karbon sp2 yang dihubungkan kesebuah atom oksigen oleh satu ikatan sigma dan satu ikatan pi

Hasil Kali Kelarutan Lihat Ksp
Heksokinase Enzim yang mengkatalisis fosforilasi heksosa
Hibrid Resonansi Bentuk stabil yang dibentuk dari proses hibridisasi dan resonansi ikatan, sehingga memiliki tingkat energi minimum
Hibridisasi Proses perpindahan elektron dari tingkat orbital yang rendah ke yang lebih tinggi
Hidrasi Reaksi Penyisipan molekul air ke dalam suatu senyawa
Hidrolisis Reaksi penguraian zat oleh air
Hidrolisis Garam Lihat hidrolisis
Hukum Avogadro Pada tekanan dan suhu yang sama, gas-gas yang memiliki volume yang sama mengandung jumlah molekul yang sama pula
Hukum Faraday Hukum iini menjelaskan hubungan massa suatu zat yang berhasil diendapkan oleh energi listrik
Hukum Gay Lussac Lihat hukum perbandingan volume
Hukum Hess Hukum ini menyatakan bahwa entalpi reaksi (AH) hanya tergantung pada keadaan awal reaksi dan hasil reaksi dan tidak bergantung pada jalannya reaksi
Hukum Kekekalan Energi Hukum ini menyatakan bahwa dalam perubahan kimia atau fisika energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentu lainnya
Hukum Kekekalan Massa Hukum ini menyatakan bahwa dalam sebuah reaksi, massa zat-zat sebelum bereaksi sama dengan massa zat sesudah bereaksi
Hukum Laplace Hukum ini menyatakan bahwa jumlah kalor yang dilepaskan dalam pembentukan sebuah senyawa dari unsur-unsurnya sama dengan jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menguraikan senyawa tersebut menjadi unsur-unsurnya
Hukum Lavoiser Lihat hukum kekekalan massa
Hukum Le Cathelier Hukum ini menyatakan jika suatu sistem berada dalam keadaan setimbang, dan kedalamnya diberikan sebuah aksi, maka sistem tersebut akan memberikan reaksi
Hukum Perbandingan Beganda Hukum ini menyatakan bahwa dapat terjadi dua macam unsur membentuk dua senyawa atau lebih, jika unsur pertama memiliki massa yang sama, maka unsur kedua dalam senyawa-senyawa tersebut memiliki perbandingan sebagai bilangan bulat dan sederhana
Hukum Perbandingan Tetap Perbandingan massa unsur-unsur penyusun sebuah senyawa adalah tetap
Hukum Perbandingan Volume Hukum ini menyatakan bahwa volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi, jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana
Hukum Proust Lihat hukum perbandingan tetap

IDDM Insulin-dependent diabetes mellitus, diabetes melitus akibat rusaknya sel beta penghasil insulin dalam pangkreas yang menyebabkan penderitanya sangat tergantung pada pasokan insulin dari luar
Ikatan Glikosida Ikatan yang menghubungkan dua monosakarida, terbentuk dengan cara kondensasi gugus hidroksil dari atom karbon pertama pada monosakarida pertama dengan salah satu atom karbon nomor 2, 4, atau 6 pada monosakarida kedua
Ikatan Hidrogen Ikatan yang terjadi akibat gaya tarik antar molekul antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan dengan H sebagai atom bermuatan parsial positif.
Ikatan Ion Ikatan yang terjadi karena adanya gaya listrik elektrostatik antara ion yang bermuatan positif (kation) dengan ion yang bermuatan negatif (anion)
Ikatan Kovalen Ikatan yang bentuk dengan cara penggunaan elektron secara bersama
Ikatan Logam Interaksi antar atom di dalam sebuah logam
Ikatan Peptida Ikatan yang terjadi antara gugus karboksilat dari satu asam amino dengan gugus amino dari molekul asam amino lainnya dengan melepas molekul air
Ilmu Kimia Ilmu yang mempelajari tentang materi terkait dengan struktur, susunan, sifat dan perubahan materi serta energi yang menyertainya
Isobar Unsur yang memiliki nomor massa yang sama, namun memiliki jumlah proton dan netron yang berbeda
Isomer Dua molekul yang memiliki kesamaan rumus molekul namun berbeda dalam penataan atom dalam molekulnya
Isoton Kondisi dimana dua unsur memiliki jumlah netron yang sama
Isotop Unsur yang memiliki jumlah elektron dan proton yang sama namun berbeda jumlah netronnya
IUPAC International Union of Pure and applied Chemistry

Jari-Jari Atom Jarak dari inti atom sampai dengan elektron pada kulit terluar
Jembatan Fosfo Diester Molekul yang menghubungkan unit-unit nukleotida membentuk DNA atau RNA

Ka Tetapan ionisasi asam
Kalorimeter Alat yang digunakan untuk mengukur kalor yang diserap atau dilepas suatu zat
Karbohidrat Hidrat suatu karbon: Cx(H2O)y , berupa polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton, turunan senyawa tersebut, dan berbagai bahan yang bila dihidrolisis menghasilkan senyawa tersebut
Katabolisme Proses pembongkaran molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana
Katalisator Zat yang berperan untuk menurunkan Energi aktifasi dalam suatu reaksi kimia
Katoda Elektroda tempat terjadinya reaksi reduksi
Kb Tetapan ionisasi basa
Kecepatan Reaksi Berkurangnya aatu bertambahnya konsentrasi zat A dalam selang waktu tertentu
Keseimbangan Kimia Reaksi dua arah dimana kecepatan pembentukan produk sama dengan kecepatan penguraian produk
Keton Lihat alkanon
Ketosa Polihidroksi dengan gugus keton
Ketosis Peristiwa peningkatan senyawa keton dalam darah, jaringan dan urin, secara abnormal
Km Konstanta michaelis
Koagulasi Pengumpalan
Kodon Kode urutan basa nitrogen tersusun dalam bentuk 'triplet', yang menyandikan asam amino tertentu atau kode berhenti
Koenzim Bagian enzim yang tidak tersusun dari protein, tetapi dari ion-ion logam atau molekul-molekul organik
Kolesterol Steroid yang memiliki 27 atom karbon dengan satu gugus hidroksi pada atom C3 pada cincin A.
Koloid Bagian dari campuran yang memiliki sifat khas karena memiliki ukuran partikel dengan diameter antara 1 -100 nm
Koloid Dispersi Koloid yang dihasilkan dari proses memperkecil partikel suspensi
Koloid Kondensasi Partikel koloid yang dibentuk dari partikel larutan
Koloid Liofil Koloid yang memiliki gaya tarik menarik antara partikel-partikel terdispersi dengan medium pendispersi cairan
Koloid Liofob Koloid yang memiliki gaya tarik menarik yang lemah antara
partikel-partikel terdispersi dengan medium pendispersi
cairan
Koloid Pelindung Koloid yang dapat melindung koloid lain agar tidak terkoagulasikan
Kondensasi Aldol Reaksi pembentukan senyawa yang mengandung gugus hidroksil dan gugus karbonil
Konjugasi Deretan ikatan rangkap yang dipisahkan oleh satu ikatan tunggal
Konsentrasi Besaran yang menyatakan perbandingan zat terlarut dengan pelarutnya
Korosi logam Proses oksidasi sebuah logam dengan udara atau elektrolit lainnya, dimana udara atau elektrolit akan mengami reduksi
Kp Tetapan keseimbangan (dalam fase gas)
Ksp Hasil kali konsentrasi ion-ion dalam larutan tepat jenuh dan tiap konsentrasinya dipangkatkan dengan koofisien reaksinya

Larutan Campuran homogen (serba sama) antara dua zat atau lebih
Larutan Buffer Larutan yang terdiri dari garam dengan asam lemahnya atau garam dengan basa lemahnya
Larutan Elektrolit Larutan yang zat terlarutnya mengalami ionisasi, atau zat terlarutnya terurai menjadi ion positif dan negatif
Lipase Enzim yang mengkatalisis reaksi penguraian ester lipid menjadi asam lemak dan gliserol
Lipid Berasal dari kata lipos (bahasa yunani) yang berarti lemak
Lipolisis Reaksi hidrolisis triasilgliserol oleh lipase yang akan menghasilkan gliserol dan asam lemak

Massa Jumlah partikel yang dikandung setiap benda
Materi Segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa
Meta Posisi substituen dalam cincin benzene pada posisi 1,3
Metabolisme Reaksi kimia yang terjadi di dalam mahluk hidup, mulai dari mahluk bersel satu yang sangat sederhana seperti bakteri, jamur, tumbuhan, hewan sampai manusia dengan tujuan memperoleh, mengubah, dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk kelangsungan hidupnya.
Mol Satuan yang sebanding dengan partikel sebanyak 6,023 x 1023 dalam setiap 1 satuannya
Molalitas Satuan konsentrasi yang menyatakan jumlah mol zat yang terdapat didalam 1000 gram pelarut
Molaritas Satuan konsentrasi yang didefinisikan sebagai banyak mol zat terlarut dalam 1 liter (1000 ml) larutan
Molekul Bagian terkecil dari suatu senyawa
Monosakarida Sakarida sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi sakarida yang lebih kecil walaupun dalam suasana yang lunak sekalipun
Mr Berat molekul relatif yang menggunakan berat atom C sebagai pembanding
mRNA RNA kurir

NAD Nikotinamida adenin dinukleotida, koenzim yang memiliki gugus nikotinamida yang berfungsi sebagai pembawa atom hidrogen dan elektron dalam reaksi redoks intraseluler
NADP Nikotinamida adenin dinukleotida fosfat, fungsi lihat NAD
NADPH Merupakan bentuk tereduksi dari NADP
Netron Partikel penyusun inti yang tidak bermuatan
Normalitas Didefinisikan banyaknya zat dalam gram ekivalen dalam satu liter larutan
Nukleosida Suatu N-glikosida, yang tersusun atas basa purina atau pirimidina yang terhubung pada atom karbon anomerik (C-1’) gula pentosa
Nukleotida Ester fosfat dari nukleosida

Oksidasi Reaksi dari suatu unsur atau senyawa yang mengikat oksigen
Oligosakarida Gabungan dari molekul-molekul monosakarida yang jumlahnya antara 2 (dua) sampai dengan 8 (delapan) molekul monosakarida
Orbital Sub tingkat energi
Orto Posisi substituen dalam cincin benzena pada posisi 1,2
Osmosa Lihat osmosis
Osmosis Proses merembesnya atau mengalirnya pelarut ke dalam larutan melalui selaput semipermiabel

Para Posisi substituen dalam cincin benzena pada posisi 1,4
Pati Merupakan campuran dari dua polisakarida berbeda, yaitu amilum dan amilopektin
Pelarut Bagian terbesar dalam larutan
Pelarut Universal Pelarut yang dapat berinteraksi dan melarutkan banyak senyawa kimia
Pemekatan Bertambahnya rasio konsentrasi zat terlarut didalam larutan akibat penambahan zat terlarut
Pengenceran Berkurangnya rasio zat terlarut didalam larutan akibat penambahan pelarut
Peptipasi Pemecahan partikel kasar menjadi partikel koloid yang dilakukan dengan penambahan molekul spesifik
Pereaksi Fehling Reagen yang digunakan untuk membedakan aldehida dan keton berdasarkan pembentukan endapan merah Cu2O
Pereaksi Tollens Reagen yang digunakan untuk membedakan aldehida dan keton berdasarkan pembentukan cermin perak
Persen Berat Satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya zat terlarut dalam 100 gram larutan
Persen Volume Satuan konsentrasi yang menyatakan jumlah volume (ml) dari zat terlarut dalam 100 ml larutan
pH Meter Alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH
Pi Senyawa fosfat anorganik
pOH Derajat kebasaan
Polimerisasi Pembentukan rantai yang panjang dari molekul sederhana
Polisakarida Molekul yang tersusun dari rantai monosakarida, yang dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar secara fungsional, yaitu struktural polisakarida dan nutrien polisakarida. Sebagai komponen struktural, berperan sebagai pembangun komponen organel sel dan sebagai unsur pendukung intrasel
Polusi Pencemaran yang terjadi akibat perubahan komposisi penyusun lingkungan tertentu
Potensial Reduksi Beda potensial elektroda yang ukur menggunakan pembanding SHE
PPi Senyawa pirofosfat anorganik
Prostaglandin Lipid yang mengandung gugus hidroksil (OH) diposisi atom C nomor 11 dan atom C nomor 15, dan memiliki ikatan rangkap pada atom C no 13
Protein Senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida
Protein Kontraktil Dikenal sebagai protein motil, didalam sel dan organisme protein ini berperan untuk bergerak seperti aktin dan myosin
Protein Nutrient Sering disebut protein penyimpanan, merupakan protein yang sebagai cadangan makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan
Protein Pengatur Protein yang membantu pengaturan aktifitas seluler atau fisiologis, contoh: hormon dan repressor.
Proton Partikel penyusun inti yang bermuatan positif
Protein Pertahanan Protein yang memiliki fungsi untuk membangun sistem pertahanan makhluk hidup dari berbagai bentuk serangan dari kuman atau organisme lain
Protein Struktural Protein yang berperan untuk menyangga atau membangun struktur biologi makhluk hidup
Protein Transport Protein yang dapat mengikat dan membawa molekul atau ion yang khas dari satu organ ke organ lainnya
PVC Poli(vinil klorida)

Reaksi Adisi Reaksi pemutusan ikatan rangkap dengan cara penambahan unsur baru
Reaksi Dehidrasi Reaksi penghilangan molekul H2O
Reaksi Eksoterm Reaksi yang diikuti dengan pelepasan energi atau menghasilkan energi,
Reaksi Endoterm Reaksi terjadi apabila kedalamnya diberikan energi atau reaksi membutuhkan energi
Reaksi Esterifikasi Reaksi pembentukan senyawa ester dari molekul asam karboksilat dan alkohol
Reaksi Hidrasi Reaksi adisi alkena menggunakan air (H2O) dengan menggunakan katalis asam
Reaksi Irreversibel Reaksi tidak dapat balik, reaksi yang hanya berlangsung
kearah pembentukan produk
Reaksi Metatesis Reaksi pertukaran ion dari dua buah elektrolit pembentuk garam
Reaksi Pembakaran Reaksi zat dengan oksigen
Reaksi Reversibel Reaksi dapat balik, reaksi yang dapat berjalan pada dua arah (pembentukan produk sekaligus penguraian kembali produk menjadi reaktan)
Redoks Reduksi oksidasi
Reduksi Peristiwa pengeluaran atau pelepasan oksigen dari senyawa yang mengandung oksigen
Reduksi Alkena Penambahan hidrogen dari gas hidrogen H2 menghasilkan suatu alkana
RNA Ribonucleic Acid, material genetik yang berperan dalam ekspresi gen yang diwujudkan dalam bentuk protein
RNAi RNA interference
rRNA RNA ribosomal
Rumus Empiris Rumus kimia yang mencirikan jenis atom dan rasio dari jumlah atom-atom penyusunnya
Rumus Kimia Lambang dari sebuah zat yang mencerminkan jenis zat dan jumlah atom-atomnya yang menyusun suatu zat
Rumus Molekul Lambang sebuah molekul yang memberikan informasi tentang jenis dan jumlah atom-atom secara akurat dari molekul tersebut

Sabun Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat
SCE Saturated Calomel Electrode, elektroda air raksa
Sel Elektrolisa Sel elektrokimia yang membutuhkan energi agar terjadi reaksi kimia didalamnya
Sel Eukariotik Sel yang telah memiliki membran inti
Sel Leclanche Lihat batere
Sel Volta Sel elektrokimia yang menghasilkan energi ketika terjadi reaksi atau reaksi kimia menghasilkan energi listrik
Selaput Permeabel Selaput yang hanya dapat dilewati oleh partikel-partikel dengan ukuran tertentu
Senyawa Karbon Senyawa yang tersusun atas atom C sebagai atom utamanya
Sfingolipida Posfolipida yang memiliki ikatan amida antara asam lemak dengan sfingosin
SHE Standart hydrogen electrode, elektroda hidrogen standar
Sifat Kimia Sifat yang timbul akibat adanya perubahan materi yang relatif lebih kekal atau terbentuknya materi yang baru
Sikloalkana Senyawa alkana siklik
Sistem Dispersi Lihat koloid
sma Satuan massa font-family:Calibri;mso-bidi-font-family:Calibri;color:black'> atom, merupakan satuan yang sebanding dengan 1/12 berat atom 12C
Sol Koloid yang fasa terdispersinya berwujud padat dengan medium pendispersinya berwujud cair
Sol Padat Koloid yang memiliki fasa terdispersi dan medium pendispersinya zat padat
Stereoisomer Isomer akibat gugus yang sejajar (cis) atau yang berseberangan atau (trans)
Steroid Lipid yang memiliki sistem empat cincin yang tergabung. Cincin A, B dan C beranggotakan enam atom karbon, dan cincin D beranggotakan lima atom karbon.
Struktur Kekulé Struktur benzena dengan 3 ikatan rangkap yang saling terkonjugasi
Struktur Primer Protein Rantai polipeptida sebuah protein yang terdiri dari asam-asam amino yang dihubungkan satu sama lain secara kovalen melalui ikatan peptida membentuk rantai lurus dan panjang sebagai untaian polipeptida tunggal
Struktur Sekunder Protein Protein yang sudah mengalami interaksi intermolekul, melalui rantai samping asam amino.
Struktur Tersier Protein Struktur yang dibangun oleh struktur primer atau sekunder dan distabilkan oleh interakasi hidrofobik, hidrofilik, jembatan garam, ikatan hidrogen dan ikatan disulfida (antar atom S)
Struktur Kuartener Protein Hasil interaksi dari beberapa molekul protein tersier, setiap unit molekul tersier disebut dikenal dengan subunit
Substrat Reaktan dalam reaksi enzimatis

Tabel Periodik Tabel yang berisi nama-nama unsur yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya.
Termokimia Cabang ilmu yang mempelajari hubungan kalor dengan reaksi kimia
Termolabil Tidak tahan panas tinggi
Terpena Lipid yang memiliki jumlah atom karbon kelipatan 5, dan tersusun dari unit isoprena yang memiliki 4 atom karbon dan satu cabang pada C2
Tetrahedral Bentuk 3 dimensi dengan sudut 105
Tingkat Reaksi Kecepatan reaksi pada sistem homogen (satu fase) berbanding langsung dengan konsentrasi zat-zat yang bereaksi dipangkatkan dengan koefisien masing-masing zat yang bereaksi sesuai dengan persamaan reaksinya
TNT 2,4,6-Trinitro toluena, senyawa turunan benzena yang digunakan sebagi bahan peledak
Toksik Bersifat racun
Toluena Senyawa turunan benzena dengan gugus samping metil

Vitamin C Asam askorbat
Volatil Mudah menguap
Voltmeter Alat elektronik yang digunakan untuk mengukur beda potensial

Wax Lipid yang dibentuk oleh senyawa asam lemak jenuh dengan alkohol yang memiliki rantai atom karbon yang panjang

Zat Terlarut Bagian terkecil dalam larutan
Zwitter Ion Senyawa yang memiliki sekaligus gugus yang bersifat asam dan basa. Pada ph netral bermuatan positif (kation) maupun bermuatan negatif (anion), mudah larut dalam air karena bermuatan (air adalah pelarut polar) dan sukar larut dalam pelarut nonpolar